#newfooter { clear:both;} footer-column { padding: 10px;}

CARA ORDER


Infokan:
(1) Nama
(2) Produk + Jumlah
(3) Kecamatan
(4) Kota Tujuan

Kirim SMS/WA ke :
08.999.000.717

TEKNIS BUDIDAYA GINGSENG

TEKNIS BUDIDAYA GINGSENG


TEKNIS BUDIDAYA GINGSENG


A. PENDAHULUAN
Trend 'back to nature' pada industri farmasi, kosmetika, makanan dan minuman ringan, telah memacu peningkatan permintaan ginseng. Tingginya permintaan tersebut perlu diimbangi dengan teknologi budidaya tanaman yang memenuhi Aspek K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian) seperti yang telah diterapkan PT. NATURAL NUSANTARA.

B. SYARAT TUMBUH
-
Diutamakan di lahan terbuka. Tanah gembur, kandungan bahan organik tinggi, aerasi dan drainase baik.
-
Keasaman (pH) tanah 5,5-7,2.
-
Curah hujan 1000-2500 mm/th.
-
Suhu berkisar 20ºC-33ºC.
-
Kelembaban 70%-90%.
-
Ketinggian tempat berkisar 0-1.600 dpl.

C. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
1.
Pengolahan Tanah

-
Siapkan Natural GLIO (10 kemasan /ha) dicampur pupuk kandang matang (25-50 kg/kemasan). Simpan dalam karung terbuka selama 1-2 minggu.

-
Tebarkan dolomite / kapur pertanian (2-4 ton/ha) pada lahan yang masih terbuka paling lambat 2 minggu sebelum tanam.

-
Luku dan garu segera setelah dolomit disebarkan. Diamkan sekitar 1 minggu.

-
Buat bedengan membujur arah timur-barat, lebar bedengan 100-120 cm, tinggi 40-60 cm. Jarak antar bedengan 40-50 cm. Diamkan sekitar 1 minggu.

-
Buat parit mengelilingi lahan lebar 40-50 cm, kedalaman 50-60 cm.

-
Setelah 1 minggu, gemburkan permukaan bedengan secukupnya.

-
Tebarkan hasil campuran Natural GLIO dan pupuk kandang merata pada permukaan tanah.

-
Tambahkan pupuk kandang matang 20-40 ton/ha merata pada permukaan bedengan. Jika tidak ada pupuk kandang, penggunaan POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK dapat menggantikannya.

-
Siapkan larutan induk POP SUPERNASA (1 botol/3 liter air), aduk hingga larut. Dosis POP SUPERNASA 5 botol/ha jika pakai pupuk kandang sesuai dosis anjuran atau 10 botol/ha jika tidak pakai pupuk kandang. Dari larutan induk POP SUPERNASA 3000 cc atau 3 liter, diambil 200-300 cc dicampur dengan 0,25 kg NPK majemuk lalu dilarutkan atau diencerkan dalam 50 liter air.

-
Dari hasil 50 liter tersebut siramkan pada permukaan bedengan, caranya pakai gembor 10 liter / ± 8 m panjang bedengan. Atau 200 - 300 cc/lubang tanam.

-
Tebarkan hasil campuran Natural GLIO dan pupuk kandang merata di permukaan bedengan. Atau dalam setiap lubang tanam.
2.
Pembibitan dan Penanaman

-
Diutamakan pakai bibit dari setek batang.

-
Gunakanlah induk tanaman sehat, tidak terindikasi gejala serangan hama dan penyakit, umur tidak terlalu muda dan terlalu tua, segar dan tidak layu, warna cerah/mengkilap.

-
Bibit hasil setek diistirahatkan/disimpan di tempat lembab selama 2-4 hari.

-
Sebelum tanam, pangkal bibit dipotong miring ± 45º menggunakan pisau tajam dan bersih.

-
Pangkal bibit direndam 20-30 menit dalam larutan POC NASA (1-2 ttp) + HORMONIK (0,5-1 ttp) + 1-2 sendok makan Natural GLIO per 10 liter air.

-
Bibit dikeringanginkan ± 1-2 jam.

-
Penanaman dilakukan sore hari, jarak tanam 50 x 60 cm atau 60 x 70 cm.
3.
Pemeliharaan Tanaman

-
Penyiraman
Pemberian air tidak boleh berlebihan ataupun kekurangan. Usia 0-21 hst (hari setelah tanam) disiram tiap hari secukupnya. Sejak usia ±100 hst penyiraman dikurangi atau dihentikan.

-
Penyulaman
Jika diperlukan, hingga 15 hst.

-
Pemupukan Susulan


Pengocoran larutan pupuk : NPK majemuk 0,25 kg + 50 liter air. Berikan 200-300 cc/lubang tanam setiap 2 minggu sekali hingga usia 100 hst.


Penyemprotan pupuk lewat daun dilakukan 1 minggu sekali hingga 100 hst, pakai 3-5 tutup POC NASA + 1-2 tutup HORMONIK dalam tangki 14 atau 17 liter.

-
Penyiangan, Pendangiran dan Pembumbunan
Dilakukan bersamaan setiap 2 minggu sekali terutama pada usia 14-65 hst.

-
Perempelan
Pada 20 hst disisakan 2-3 batang utama. Perempelan selanjutnya adalah perempelan tunas ketiak daun setiap 2 minggu sekali hingga usia 65 hst.

D. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
1.
Hama

a.
Bekicot
Biasanya aktif pada malam hari, dan perlu diwaspadai keberadaannya. Pengendalian dengan cara dikumpulkan dan dimusnahkan.

b.
Ulat
Banyak jenis ulat yang menyerang pada ginseng terutama ulat grayak (Spodoptera sp.), Ulat penggulung daun (Lamprosema sp.), dan ulat jenis lainnya. Pengendalian dengan cara mematikan ulat, semprot VITURA atau PESTONA atau PENTANA + AERO 810 dan alternative terakhir dengan Insektisida kimia.

c.
Uret/Lundi
Hama ini menyerang akar bahkan bisa ke umbi sehingga tanaman lama kelamaan bisa layu dan akhirnya mati. Pada saat tanam bisa ditaburkan dedak + PESTONA di sekeliling tanaman.
2.
Penyakit

a.
Penyakit Busuk Leher Batang
Penyebabnya jamur Phytium sp. atau Sclerotium sp. Biasanya di awal tanam ginseng mengalami pembusukan yang disebabkan oleh kelembaban tanah yang berlebihan. Leher batang atau pangkal batang tampak berwarna kelabu atau kecoklatan, lunak kebasahan dan melekuk ke dalam. Jamur ini dapat menjalar ke bagian umbi, lama-kelamaan daun tampak layu. Pengendalian dengan cara pengaturan drainase, kebun tidak becek dan tidak lembab. Sejak awal sebelum tanam gunakan Natural GLIO.

b.
Penyakit Busuk Umbi
Penyebabnya jamur Phythopthora sp. Gejalanya daun yang mulanya hijau berubah  menjadi kuning. Lama kelamaan menjalar hingga menyebabkan kematian. Bila tanaman dicabut pada pangkal umbi/batang tampak bulu-bulu putih yang kemudian berubah menjadi bulat-bulatan dan akhirnya berubah menjadi coklat tua sampai hitam. Pengendalian gunakan Natural GLIO sebelum tanam, jaga kelembaban tanah dan alternative terakhir dengan fungisida sistemik.

c.
Penyakit Layu
Bisa disebabkan jamur Fusarium sp. atau bakteri Pseudomonas sp. Tetapi kebanyakan disebabkan oleh jamur Fusarium. Mulanya tulang daun menguning, kemudian menjalar ke tangkai daun dan akhirnya daun menjadi layu. Pengendalian dengan cara sebarkan Natural GLIO sebelum tanam dan celupkan stek sebelum tanam ke dalam POC NASA dicampur Natural GLIO.

E. PANEN
-
Tanaman Ginseng dipanen umur 4-5 bulan tergantung pertumbuhan dan keadaan umbi. Cirinya; batang semula hijau berubah merah, daun menguning  dan mulai rontok, berbunga dan mengeluarkan biji, umbi bila didangir sudah cukup besar (diameter diatas 1 cm).
-
Pemanenan pada pagi hari saat kondisi cerah, tidak hujan dan daun tidak berembun lagi, tanah kering.
-
Umbi dipanen sekaligus dengan menggunakan garpu tanah untuk menggemburkan permukaan tanah.
-
Sebelum umbi dicabut pangkal batang tanaman dipangkas dan dipisahkan dari batang serta daunnya. Pencabutan umbi harus dilakukan hati-hati, jangan sampai umbinya putus dan tertinggal dalam tanah. Umbi yang telah dicabut dibersihkan dan dibawa ke tempat teduh untuk penyortiran.


HARGA PRODUK NASA
KODE
NAMA PRODUK
ISI
HARGA KONSUMEN
NASA
500 cc
Rp  40.000
SPRK
250 gr
Rp  55.000
HRN
100 cc
Rp  35.000
PWRK
250 gr
Rp  70.000
PST
500 cc
Rp  55.000
NPA
100 ml
Rp  60.000
GLIO
100 gr
Rp  40.000
A-810
250 cc
Rp  40.000
PGINGSENG
TOTAL 1 PAKET
ALL
Rp  395.000
Untuk pembelian 1 PAKET
GRATIS VCD BUDIDAYA
ISI dan JUMLAH PERITEM dapat disesuaikan dengan kebutuhan



CARA ORDER

SMS/WA ke 08.999.000.717 : Tuliskan (1) Nama, (2) Produk + Jumlah, (3) Kota Tujuan (4) Kode Pos.

0 komentar:

Posting Komentar

SEARCH

KONTAK KAMI


INFO PRODUK
SMS/WA :
08.999.000.717



KONTAK AGEN NASA

TURI SLEMAN
DI. YOGYAKARTA
Riani Riastuti
081904176412

BEKASI
Ulfa Hidayati
085715560454

MEDAN
Nelli Damanik
085372178989

SIANTAR
SIMALUNGUN
Lista Sitanggang
081396476831

BENGKULU
Marzarini
082374940678

BANYUWANGI
Anita Indahyani
082334351888